Conference of the Asian Bioethics Association in Yogyakarta, Indonesia, 3-7 November 2008
Preliminary call for papers
Research findings, discussion papers, and other contributions dealing with topics in bioethics and related disciplines are welcomed. The Ninth Asian Bioethics Conference of the Asian Bioethics Association in Yogyakarta, Indonesia, 3-7 November 2008
Bioethics in Asia: healthy and productive life in harmony with nature
Preliminary call for papers
Research findings, discussion papers, and other contributions dealing with topics in bioethics and related disciplines are welcomed.
Papers are invited on, but not limited to, the following themes:
# Asian Bioethics
# Bioethics Education
# Can virtues be taught?
# Cross-cultural Bioethics
# Islamic Bioethics
# Environmental Ethics
# Biomedical and Biosciences Ethics
# Ethical Issues in Disaster Research and Management
# Ethnic Conflicts and Peaceful Co-existence
# Ethical Issues in Biomedical Research
# Ethical Issues on Organ Transplantation
# Ethics and Intellectual Property
# Public Health Ethics
# Science and Society
# Technology and Culture
# Ethics of Emerging Technologies / Nanoethics
# Neuroethics
Preliminary deadline for receipt of abstracts for papers (200 words max)* and proposed sessions (with lists of speakers and titles) is 31 January 2008, to Email: amru96@cbn.net.id; kent001@lipi.go.id; info@kbnindonesia.org
The specific objectives of the ABC9 are:
• to identify issues in the enforcement of law, rules and guidelines and other regulatory means of ‘good research practice’ of basic and applied researches leading to quality health care involving human subjects in accordance with the universally accepted bioethical norms;
• to interpret and apply the precautionary approach; where there are threats of serious or irreversible damage, lack of full scientific certainty shall not be used as a reason for postponing cost-effective measures to prevent environmental degradation; and
• to recognize and duly support the vital role in environmental management and development of local communities because of their knowledge and traditional practices.
This event will be organized by the ABA and Indonesian National Bioethics Commission, with the cooperation of UNESCO, WHO, and FAO. The local cooperating bodies and agencies will include industries, universities, and NGOs.
The updated information will be placed on the website: www.kbnindonesia.org
*Persons who wish to apply for limited scholarship support should also submit a letter of explanation and resume. The conference will also make judgments for the best student presentations.
.
Add comment November 9, 2007
Jakarta Declaration on Responsible Practices for Sharing Avian Influenza Viruses and Resulting Benefits
Add comment Oktober 24, 2007
Sekretariat KBN mengelola situs web-nya sendiri
Setelah menjalani masa eksperimen dengan menjalankan situs web KBN di bawah naungan situs biotek.lipi.go.id, mulai awal Oktober 2007 ini situs KBN sudah migrasi ke tempatnya sendiri; sekarang dengan alamat www.kbnindonesia.org.
Walaupun masih dicari desain akhir yang lebih ‘bersih’ dan juga ‘enak dibaca oleh mereka yang tidak berbahasa Indonesia’ (khususnya bahasa Inggris), situs ini sudah bisa menerima kunjungan tamu, untuk informasi kebioetikaan Indonesia.Semoga dengan ini KBN akan maju satu langkag lagi dalam mengemban tugasnya.KBN baru saja melewati ulang tahunnya yang ke-3.•[setkbn1007]
Add comment Oktober 24, 2007
Seminar dan Lokakarya Isyu Etika dalam Penelitian Kesehatan Reproduksi
Add comment Oktober 24, 2007
Ethics of Energy Technologies in Asia and the Pacific
Apakah ada jalan mempertemukan penggunaan sumber energi baru, tapi lama, yaitu nuklir dan sumber lain yang masih tertinggal dalam pengembangannya, seperti biofuel ?
Ikuti isyu ini dengan perspektif etika energi, barangkali Anda akan dapat menemukan celah untuk pengembangan energi sebagai penggerak kemajuan atau pertumbuhan ekonomi. Untuk itu jaringan yang disepakati dalam forum ini akan terus bekerja secara jarak jauh, melalui pertukaran informasi, dan hal lain yang dipandang perlu.
Dari Indonesia hadir tiga orang, yaitu Ir. Nuah Perangin-angin (Lemigas), Dr. Oberlin Sidjabat (Lemigas), dan Amru Hydari Nazif (KBN).ahn1007
Add comment Oktober 24, 2007
Bioetika dan Media
Inilah salah satu jalan menuju pertemuan Asian Bioethics Conference ke-9, yang akan diselenggarakan di Yogyakarta, November 2008.[ahn0907]
Add comment Oktober 24, 2007
Uji Coba Monyet Diprotes
Pemanfaatan moinyet secara bijaksana untuk kesejahteraan manusia dewasa ini sudah mencapai kemajuan yang menggembirakan. Hal ini dapat dilihat dengan adanya tiga indikator.
Indikator pertama adalah adanya ketentuan internasional bahwa pengunaan monyet sebagai hewan labotorium hanya diperbolehkan untuk kepentingan sains, seperti penelitian, pendidikan, pengajaran, dan uji coba.
Khusus penggunaan monyet sebagi hewan-coba, baru diijinkan manakala obat-obatan ataupun bahan biologi lainnya yang diuji-coba, seperti vaksin sudah melalui uji coba pada spesies yang memiliki filogenetik lebih rendah dari primata, seperti pada mencit, tikus dan kelinci. Bahkan selain melalui pengujian in-vivo tersebut, uji coba perlu didahului dengan uji-coba in-vitro maupun simulasi dengan permodelan komputer. Dengan ketentuan ini, maka penggunaan monyet untuk tujuan sains jelas dari tahun ke tahun semakin menurun, sejalan dengan semakin pahamnya kalangan peneliti tentang konsep-konsep bioetika.
Indikator yang kedua, semua jurnal internasional sepakat untuk tidak mempublikasikan penelitian menggunakan hewan laboratorium yang tidak melalui ethical clearance yang dilakukan Komisi Kesejahteraan Hewan (Institutional Animal Care and Use Committee, IACUC) yang memang harus dimiliki oleh institusi penelitian menggunakan hewan laboratorium.
Mengantisipasi hal ini Departemen Kesehatan RI, telah mengeluarkan Pedoman Nasional Etik Penelitian Kesehatan, khususnya Suplemen II yang mengatur Etika Penggunaan Hewan Coba. Ketentuan ini dirumuskan oleh Komisi Nasional Etik Penelitian Kesehatan Departemen Kesehatan RI. Pada prinsipnya upaya ini untuk mengimplementasikan konsep kesejahteraan hewan yang terkenal dengan konsep 5 Freedom, yaitu bebas dari rasa lapar, rasa haus, rasa sakit/penyakit, rasa tidak nyaman yang kronis, bebas dari cekaman, dan juga dapat mengekspresikan sifat alamiahnya.
Indikator ketiga, di negara-negara maju bahkan di Indonesia, telah dikembangkan jejaring (network) antar peneliti untuk mengoptimalkan pemanfaatan hewan laboratorium, termasuk monyet, sehingga tidak ada sumber informasi yang terbuang. Ketiga monyet itu harus “dikorbankan untuk kesejahteraan manusia”, maka semua organ dan jaringan benar-benar dimanfaatkan untuk dikaji secara terpadu dan menyeluruh. Bila pada kurun itu tidak dimanfaatkan maka organ dan jaringan tersebut disimpan dalam bank “organ & jaringan”. Upaya ini merupakan implementasi dari konsep 3-R, yaitu Reduce, Replace dan Refine.
Dalam konteks pengalaman, kita banyak mempelajari bahwa manusia terhadap penggunaan hewan laboratorium sangatlah beragam. Pada titik yang ekstrim, kita melihat adanya kelompok yang sangat mencintai hewan dan selalu memperjuangkan hak hewan. Mereka itu kita kenal sebagai animal lover dan animal right people. Sedangkan di lain pihak kita mengenal kelompok yang sangat mengeksploitasi hewan untuk berbagai macam kesenangan dan bahkan kejahatan. Mereka kita sebut sebagai animal exploitation. Pengkajian etika dalam pemanfaatan hewan tentu harus mampu menempatkan garis-garis koordinat terhadap dua aliran persepsi yang sangat berbeda. Dalam konteks penggunaan hewan, aspek etika kita bahas dalam konsep kesejahteraan hewan (animal welfare), sedangkan dalam konteks lebih luas kita mengharapkan iatu dibahas dalam konsep bioetika.
Persoalannya, bagaimana masyarakat Indonesia dapat memahami tentang konsep bioetika tersebut, tentu harus melalui strategi komunikasi yang arif dan bijaksana. Memaparkan suatu fakta dengan tanpa menyertakan pembahasan aspek bioetika, sudah tentu akan membangun persepsi yang salah di kalangan pemcaca, sebagaimana kita dapatkan pada artikel tesebut. Tanggapan ini sangat penting kami utarakan sehingga tidak menuai hasil yang kontra produktif terhadap program pengembangan biomedis nasional yang sedang dibangun dalam rangka kemandirian bangsa.
Demikian tanggapan Prof. Dondin.[ken0907]
Add comment Oktober 24, 2007
Workshop Etik Penelitian di bidang Kesehatan Reproduksi Surabaya, 2-4 Juli 2007
KBN telah ikut mengisi acara workshop Etik Penelitian di bidang Kesehatan Reproduksi yang diselenggarakan oleh Kelompok Studi Kesehatan Reproduksi Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, dengan memperkenalkan Komisi Bioetika Nasional: tugas dan fungsinya, yang disampaikan oleh Prof. Dr. Ir. Tien R. Muchtadi, Wakil Ketua KBN.
Selain itu juga disampaikan topik Bioetika dan Penelitian di Bidang Kesehatan: menelusuri Universal Declaration on Bioethics an Human Rights, yang disampaikan oleh Dr. Amru Hydari Nazif. Acara ini diikuti oleh berbagai unsur yang terlibat dalam dunia kehatan reproduksi, dan memperoleh bantuan tenaga pengajar dari WHO.[setKBN]
Add comment Agustus 20, 2007
Rapat Pleno IV Komisi Bioetika Nasional Jakarta, 19 Juli 2007
Ikhtisar laporan kegiatan ini akan dijadikan dokumen yang nantinya disebarluaskan ke umum. Dalam kesempatan Rapat Pleno ini telah pula dibagikan ke anggota buku kecil Bioetika dan Hak-hak Asasi Manusia: menuju standar pengaturan nasional.•
Add comment Agustus 20, 2007
16-18 November 2007 The 5th Indonesian Food Expo (IFOODEX 2007)
The 5th Indonesian Food Expo (IFOODEX 2007)
organized by Himitepa-Himagita-Himagizi
Indonesian Food Expo is a series of activities which consist of Food, Familiy and Nutrition Seminar, Food Expo, and National Food Innovation Competition which will be held on November of 14th-18th, 2007 at IPB International Convention Center, Botany Square, Bogor, Indonesia.
Food, Nutrition, and Health Seminar
The national seminar will take “The Functional Food” as the theme
Time : November, 16th 2007
Speakers : Dr. Rimbawan (to be confirmed)
Prof. Dr. Ir. Fransiska Rungkat-Zakaria, M. Sc
Food Expo
This expo will be a national-scaled expo and will involve many associations of food industry, food companies and businesses, government, NGOs ( Non-Governmental Organizations), and also small-scaled food industry as the participants of this expo.
Time : November, 16th-18th 2007
National Food Innovation Competition
This competition involves students from universities over-all in Indonesia. This competition begins with abstract-sending by the participants about food innovation product which will be selected then by the judges. Participants who pass the selection as finalists will be funded to make their ideas and concepts come true, and then to present their product in front of the judges. The next step, the finalists must display their product in the Indonesian Food Expo (IFOODEX) 2007 as part of the judgement. The winner will be announced in the gala dinner at the closing of the expo.
This competition will take “Healthy Food Product for Eeveryone Based on Local Resources” as the theme. [dari: www.ipb.ac.id]
Add comment Agustus 20, 2007